Tahan Aja Dulu


Yang kuyakini, bukanlah cobaan pabila tak ada hikmah di akhirnya. Maka kurasa, cobaan 'siang' tadi adalah sebuah berkah yang kan ku dapat nanti.

Dalam posisiku, saat ini. Aku tak akan menolak apapun itu walau sedikit, walau tak sesuai. Dengan hati maupun pikir. Bukan karena posisiku aku tak bisa, namun lebih karena Aku Tak Mau.

Aku tak mau membebani hati dan pikirku dalam hal-hal yang terus berputar. Sesuatu yang selalu itu dan itu saja. Hingga bila ku terjebak, maka merintih hati ini. Lagi dan lagi. Bila ku terjebak.

Oleh karenanya ku tak ingin merusak hati ini lebih dalam. Maka 'penolakan' atas apa yang sesungguhnya menguntungkan buatku walo sesaat adalah opsi yang menurutku paling bijak. Terlebih, bijak untuk hati dan pikirku ini.

Untuk sebuah namaku setelah hari ini adalah seonggok kerugian citra dan materi, adalah sebuah pengorbanan yang mesti kurelakan.

Demi hatiku, apalah arti materi yang banyak bila tak nyaman dirasa.
Demi pikirku, apalah arti sebuah citra yang baik bila dibuat-buat.

Ini adalah pertaruhan atas marah yang kuredam.
Aku Takkan terkelabui lagi atas panggung yang mereka buat.

Aku berikan senyumku agar kau senang!


TO HEAL YOU MUST ALLOW.
don't use anger as a crutch.
feel it and be done with it.
all else is pointless.

Tag: Hati, Cobaan, Marah, Bijak

No comments

bebas bersua namun sopan ;)

Powered by Blogger.