Apa Kabar Fitnah?


Hey!! Apa kau tak tahu atau tak mau tahu?! Bahwa sebenar-benarnya selama ini aku hanya berdiam diri!!

Pikirku, aku tak mau lagi berpikir tentang mu.

Mata sudah kututup, telinga sudah kututup. Kaki dan tanganku pun sudah tak ada dalam lingkaranmu. Aku juga mengasingkan diri dalam keramaian perayaanmu.

Lantas kenapa masih banyak suara sumbang untukku yang kau nyanyikan dalam gelapnya pesta yang kau buat?!

Acuhku untukmu harusnya menjadi kenikmatan bagimu dalam berpesta. Karena pesta gelapmu kan s'lalu bermandikan cahaya untuk dunia luar bila ku bersikap acuh.

Itulah sumbangsihku untuk gemilangnya kebahagianmu.

Namun kenapa, aku yang menutup diri ini malah kau jadikan bahan gorengan dalam tungku perayaanmu?!

Apa yang kau dapat dari semua ini? Apa yang kau nikmati dari air mataku? Senang kah kau atas penderitaanku? Tertawa kah kau bila ku benar-benar telah lenyap dalam pandangmu?

Aku memang tak tahu apa yang kau ingin. Namun harusnya kau tahu apa yang ku ingin karena diamku. Karena diamku adalah keberuntunganmu. Harusnya itu sudah cukup untuk kau tak mengusikku?!

Maka bila akhirnya kan tetap seperti ini. Haruskah ku tetap diam? Haruskah ku tetap menangis? Meratapi diri dalam penderitaan karenamu terus dan terus? Ataukah saatnya aku pun berdiri dan membubarkan pesta gelapmu?

Dari engkau untukku sejak kemarin, kini, dan nanti yang s'lalu kau kampanyekan:
> False statement of fact
> Published
> If public concern, negligence
> Damage to reputation
> Knowledge of falsity/Maliciousness.

Untuk apa?!



Tag: Derita, Diam, Fitnah, Pesta

No comments

bebas bersua namun sopan ;)

Powered by Blogger.