Pro & Kontra

Karena Pro & Kontra dewasa ini, aku dan kau tak akan bisa membedakan mana hitam mana putih. Aku dan kau yang menjadi kita, yang tidak Pro dan tidak juga Kontra harusnya menjadi netral pada posisinya. Namun sayang itu tak kan terjadi. Karena abu-abu yang semu ini akan digelari stempel Kontra oleh yang Pro, dan juga stempel sebaliknya oleh yang Kontra.

Dalam situasi Pro & Kontra ini, secara personal saya lebih menyudutkannya pada bebasnya konstelasi politik di negeri ini saat ini. Karena sebagai dampak luar biasa di era informasi, pemahaman kita akan sangat dikacaukan oleh kebenaran dan kesalahan yang keduanya saling berdampingan dan sulit sekali dibedakan.

Perbedaan dijadikan bahan asyik nan menggiurkan untuk digoreng, dibumbui rumor cabe yang memanaskan otak dan hati.

Seperti yang aku katakan. Aku dan kau adalah kita, yang menjelma netral namun terhapuskan karena dominasi pro dan kontra yang menggema. Maka diam dan bertindak tak menjadi solusi untuk keluar dari lingkaran pro dan kontra tersebut. Karena dari keduanya lihai sangat dalam memggoreng opini kekinian ini.

Mereka (keduanya, pro & kontra, red.) yang dengan dalih “ikut kami atau mereka!” maka pilihan tak memilih bukanlah pilihan bagi kita yang tak ingin ada diantara keduanya.

Para elit diantara keduanya sangat lihai dalam mempermainkan kebingungan akar rumput. Menjebak kita di atas perkara yang tak kita pahami dan inginkan.

Aku pun menjadi patung dalam keramaian.

Pendapatku benar, tapi memiliki kemungkinan untuk salah. Sedangkan pendapat orang lain salah, tapi memiliki kemungkinan untuk benar. ~~Imam Syafi’i

Some people will consider you or say that you are a bad person. Because you didn’t agree to what they are saying or you couldn’t allow them to do the bad things they do to you. They will pray for your down fall and rejoice over your pain. No matter what they do or say. Never let them get you, because you know who you are. ~~De philosopher DJ Kyos