Buket Mawar Merah #1

“Hujan sudah berhenti, Mia.” Alan mundur beberapa langkah, menjaga jaraknya dengan Mia. Ia mengerti, Mia tidak akan melangkah meskipun Alan sudah ‘mengusirnya’ dan memberikan jalan untuknya. Bahunya terguncang pelan. Disela-sela rintik hujan, isakan tangisnya terdengar amat menyakitkan. Mia terus menunduk, merapatkan sweater panjang berwarna beige yang menutupi hingga batas lututnya dan sesekali menyeka atmosphere matanya dengan jarinya yang gemetaran. 

“Pulanglah.” Alan menjadi sedikit lebih kasar. Terdengar benar-benar ingin mengusirnya, tapi dengan cara yang lebih halus. Mia tahu, tidak ada lagi alasannya berada di sini. Tidak, mereka memang tidak memiliki

Read more: http://www.berbagipuisi.com/muhirassegaf/kumpulan-novel/buket-mawar-merah-1