Desember Mengeluh

pagi, desember
ternyata kecammu tiada henti bergaung di relungku
rupanya tak sabar ya kamu

aku tahu, sangat tahu
kamu ingin segera bermesra dengan salju
diiringi melodi yang menggema di seluruh penjuru kota
sambil menghias pohon di sudut ruang rumahku ‘kan?

tapi, desember, masih lama
tunggu sebentar ya
aku sedang terseok rutinitas

nanti
nanti, pasti kupenuhi inginmu

tidurlah, sampai di tanggal dua puluh lima
akan kubangunkan kamu bersama hadiah yang kau impikan

✒ Jakarta, 9 Desember 2016

Read more: http://www.berbagipuisi.com/ancilladiska/kumpulan-puisi/desember-mengeluh