PADA KENYATAANNYA

Pada kenyataannya aku tidak pernah lelah

Tuk menunggumu membuka sebuah celah

Yang tertutup rapat bersama ketidakyakinan

Tentang aku dan setiap perasaan

Padamu, yang ingin aku curahkan

Pada kenyataannya aku masih mengharapkanmu

Walau hanya tuk sekedar membukakan pintu

Dan menyapaku dari balik pagar kayu

Namun tak apa bagiku,

Tuk menunggumu bersama tamu baru,

Yang datang ke rumahmu, dengan sapaan penuh rindu

Pada kenyataannya,

Yang aku bisa hanyalah berharap

Tapi harap yang bukan tanpa sebab

Sebab karena, aku menyayangimu

Terlanjur menyayangimu,

Maafkan aku .

 

 

Bandung, 17 Desember 2016

-Fajar Fajriansyah

Read more: http://www.berbagipuisi.com/fajarfajriansyah/kumpulan-puisi/pada-kenyataannya