Aku, Kau, dan Dia

Saat bertemu dengannya, rasanya sesak, seperti ada yang mengganjal udara untuk masuk ke dalam paru-paru. Wajahnya, namanya, segala tentangnya yang membawa benakku jauh kepadamu. Perasaan aneh itu hadir sejak pertama jumpa, saat kukira ada telepati di antara aku dan dia. Melihat tawanya, tingkahnya, dan sikapnya, membuatku tak bisa membedakan suka dan duka. Kau, kauhidup di dalam dirinya, pikirku sejak dulu. Namun, tatapan matanya menyadarkanku, kau tak ada di sana.

Dia mencintaiku seperti aku mencintaimu. Haruskah aku bahagia atau malah terluka? Aku merasakan keduanya. Bahagia karena aku menemukan asa yang akan membuatku terbang. Terluka karena apa yang kuharapkan darimu malah datang

Read more: http://www.berbagipuisi.com/kanianabilaf/kumpulan-cerpen/aku-kau-dan-dia