Cerpen; Air Mata Hati

Cerpen; Air Mata Hati

Via: photographyinspired.com

“Dia ngeluarin atmosphere mata, Den! Bayangin!” senyum Devan tak pernah pudar ketika bercerita dengan sahabatnya, “Aninditaku pasti nangis karena terharu dan bahagia.”

Sebagai sahabat, Alden juga lega mendengarnya. Devan yang beberapa bulan lagi berusia tiga lima memang sudah ingin buru-buru melaksanakan sunah Rasul. Tiap kali bicara tentang kaum hawa, tak ada lagi kosa-kata pacaran atau pendekatan. Niat dan langkahnya sudah mantap. Bidikannya adalah pelaminan, bukan lagi komitmen manis-pahit yang tak berdasar.

Dan, barusan Devan menyampaikan gong dari obrolan panjang mereka. Rupanya ada sesuatu yang terjadi ketika dia menyampaikan lamaran secara

Read more: http://www.rosediana.net/2016/06/cerpen-air-mata-hati/