Secawan Rindu Randu

“Badai, dalam gelapnya malam. Tersibak oleh cahaya rembulan. Bidadari embun memetik jumpa pada ranum pertemuan sepersinggah”

Sepucuk surat terselip diantara cawan yang terbalik berjejer rapi diatas meja makan. Piring-piring serta sendok, garpu dan pisau makan mengkilat bersih menumpuk manis dirak-rak piring.

Dari balik tirai putih, yang membalut jendela kaca. Cahaya senja fajar mengintip Randu yang sedang pulas. Berbelit selimut putih ia nampak nyenyak dan berantakan. Ruangan serba putih begitu kacau dari salah satu sudut kamar.

Diatas meja, tertata rapi buku-buku. sepertinya ia seorang penyuka buku. Meskipun tak sering beberapa buku habis dibacanya. Disetiap sisi meja, terdapat juga beberapa potret. Salah satunya,

Read more: http://www.berbagipuisi.com/dorkmantic/kumpulan-cerpen/secawan-rindu-randu